Menara Pohon dan Kelinci Ekspektasi

Kali ini gue mau berbicara soal rambut perempuan, jujur gue dulu sebelum feminis gue bermindset polos, konservatif tentang perempuan. Perempuan harus seperti apa, menurut gue perempuan itu cantik kalo kaya barbie yang rambutnya panjang lurus, body goals dan putih. Karena apa selama gue kecil mainan gue barbie, tapi gue sedikit beruntung dikasih kebebasan sama nyokap buat main apapun manjat pohon gue dulu ahlinya, masak masakan, main bola, main kelereng, sepeda sepedaan nyokap gue engga pernah ngelarang gue dengan bilang, "perempuan engga boleh ini atau itu" doi justru dukung gue, dan temen gue dulu engga cuma cewek doang cowok juga tapi gue agak sentimen sama temen cowok kaga tau kenapa.

Perempuan itu cantik kalau rambutnya panjang itu mitos. 

Gue kecil rambut gue selalu dibawah telinga, dulu waktu sd rambut gue bahkan cepak. Bondol kaya cowok lalu gue malu karena gue merasa rambut cepak itu jelek btw bokap yang selalu motongin rambut gue. Karena gue malu disitu gue mulai pakai kerudung. Kenapa gue malu again mindset barbie tadi. Sejak saat itu gue nggak pernah potong rambut gue lagi.

Sampai waktu gue SMA gue ngeliat temen-temen gue rata-rata rambutnya cuman sebahu disitu gue melihat ternyata rambut pendek cantik juga disitu gue mulai potong rambut pendek sampai sekarang gue gak pernah manjangin rambut gue. Gue waktu itu ngeliat temen-temen gue pada cantik-cantik dengan rambut pendek mereka dan waktu itu pun Gue merasa gerah dengan rambut panjang gue yang hampir seperut. Gue berdiri di depan cermin gua ambil gunting gue potong sependek mungkin dan hasilnya Gue merasa lebih ringan dengan rambut pendek gue. Dan sekarang perempuan mau rambut pendek ataupun panjang yang itu tetap cantik.

Sekarang rambut gue cepak gue seneng banget soalnya gue udah nggak risih harus sisiran harus ngabisin shampoo banyak ketika keramas, gue pakai jilbab nggak ada cepolan yang mengganggu lagi.

Semua perempuan cantik! cantik dengan menjadi dirinya sendiri.

Dan sebetulnya standar cantik yang selama ini terpatri di masyarakat kita itu nggak ada nggak ada namanya standar kecantikan semua perempuan cantik.

Dan gue sedikit gerah terhadap ekspektasi Society terhadap perempuan. Perempuan itu harusnya kalem aja nurut nurut aja, kalau ada perempuan yang kelihatannya ngomongnya ngegas, marah marah mulu cepet tua nanti. Kenapa perempuan dijadikan sebagai parameter moral?

Perempuan dulu sangat terkekang dan terisolasi. 

Dan secara enggak sadar banyak perempuan sekarang yang akhirnya menginternalisasi narasi patriarki bahwa perempuan itu memang di bawah laki-laki dan merasa memang sudah kodrat nya seperti itu.


Keypad gue rusak sebel deh 

Oke segitu dulu ya!

Salam sayang dari mbak kura kura



Komentar

Postingan Populer