Suara dari Omkara
Setelah Ayara menemui ku jujur perasaanku campur aduk, aku kehilangannya untuk kesekian kalinya. Aku mengabaikan lagi perasaanku jauh disana. Ayara jika suatu hari nanti kamu membaca tulisan ini, malam ketika kamu menemuiku ingin sekali rasanya memintamu untuk tetap sama aku. Aku sudah siapkan cincin untukmu disaku celanaku.
Pada akhirnya aku tidak bisa melakukan itu, Ayara. You love him more. Dan aku melepasnya semesta, aku melepasnya padahal jika boleh jujur aku ingin lebih lama memeluknya. Apa ini ending cerita yang sudah di siapkan untukku. Ayara, kamu buat aku semakin sadar bahwa melepasmu seharusnya kulakukan sejak awal. Jika kita bertemu di kehidupan selanjutnya jangan lepaskan genggamanku. Aku mau menyayangi kamu sekali lagi, aku mau kasih kamu apapun, Ayara. Dan sekarang tugasku menjagamu sudah selesai, aku harus pergi....aku harus pergi, Ayara. Awal melihat kamu aku senang sekali tapi kalimat yang kamu ucapkan membuatku hancur untuk kesekian kalinya. Kamu cuma kamu yang bisa buat aku kayak gini. Tapi gapapa aku tetap senang kalau kamu senang. Take care Ayara. Sampai jumpa di kehidupan selanjutnya.
Ayara, mungkin besok aku tidak perlu khawatir keadaanmu, entah kamu sudah makan atau belum ataupun kekhawatiranku tentang ketakutan kamu akan kesepian karena kamu sudah berada di orang yang tepat. Dia akan menjagamu lebih baik dari aku. Dia orang yang akan membuat kamu engga kesepian lagi.
Listen, kapanpun kamu balik or you need someone to talk about something, liat kebelakang aku ada disana. Selalu. Kapapun kamu butuh. Ingat itu.
Aku tunggu kabar baik darimu tetap menulis karena aku akan selalu jadi pembaca setia mu. So.. i want to say goodbye for the last part. See you in the next life.
Surat yang tidak akan pernah dikirimkan
-Omkara

Komentar
Posting Komentar