yang tidak jadi di hapus
Hmm... Aku engga tau mau mulai dari mana, kayaknya ini terlalu rumit dan intricate untuk di uraikan,
But im trying...
Aku sudah mikir ini lama banget dan kemarin aku sedikit ceritain kamu di instagram story aku, aku takut, aku takut engga tau kenapa.
Kayak... Apa aku terlalu keterlaluan ya
Ini... Terlalu berlebihan engga sih?
Nanti ini jadi kenapa-napa
Dan itu buat aku jadi kepikiran, iya padahal hanya instagram story aja tapi semua yang berhubungan sama kamu engga bisa... Biasa aja. Aku harus pikirin bener-bener, takut kamu kenapa-kenapa, takut banget itu kejadian,
Aku bikin ini, nulis buat kamu ternyata itu juga buat takut. Aku dan sikap bodoh dan polosku kadang itu yang buat aku jadi semakin jauh sama kamu.
Padahal maksudku engga gitu, aku hanya ingin menunjukkan kasih sayang dengan caraku, but now, i know engga semua orang bisa ngerti itu.
Maaf, untuk beribu-ribu maaf jika aku nulis, bikin podcast tentang kamu itu ternyata ganggu kamu nantinya... Maaf karena itu bukan tujuanku.
Aku akan cabut jika kamu suruh, jika kamu bilang ke aku, berhenti, aku akan berhenti, aku akan tau batasanku sendiri.
Aku akan hapus semuanya, jika kamu keganggu akan itu. Kamu yang sekarang adalah milik pacaramu
Aku tau. Sangat tau itu.
Aku tidak ingin ganggu, aku ingin kamu bahagia. Tenang. Menjalani hidup sebagaimana semestinyam. Thats it.
Sudah cukup.
Aku punya kenangan tentangmu dan itu milikku, tapi entah mengapa berkali-kali harus kupikir ulang untuk buat sesuatu untukmu, aku takut kamu ke ganggu.
The last, aku buat ini, nulis semua itu karena aku pengin tau diriku dan meluapkan apa yang ada di kepalaku dan ternyata isi kepalaku masih tentangmu, selalu.
(☆^O^☆)
Beberapa hari yang lalu aku nulis buat kamu, setelah kupikir-pikir akan kusampaikan tidak ya, lalu setelah meyakinkan diri aku bacakan saja ya...
Hallo...
Apa kabar?
Berapa banyak suara yang harus kurekam, agar suara ini sampai ke telingamu,
Harus berapa banyak kata yang kususun untuk menarik perhatianmu,
Ini bukan yang pertama kalinya dan bukan akhirnya,
Harus kubuat berapa? 50? 100? 500? 1000? Apa itu cukup? Apa aku harus menghabiskan seluruh hidupku?
Benarnya?
Benar kalau aku sama sekali tidak menarik di matamu?
Tulisanku jelek ya?
Diksiku kacau ya?
Atau tanda baca yang kupakai tidak sesuai tempatnya?
Kasih tau bagian mana yang berantakan?
Emmm... Sekarang aku mulai berani loh, nunjukin kamu ke dunia, ya sebenarnya udah berani dari dulu, cuma ya sekarang lebih berani lagi,
Aku pengin nyeritain sosok kamu ke satu dunia, iya aku mau dunia tau kamu, aku mau dunia juga sayang kamu.
Maaf ya? Maaf untuk semua maaf yang hanya bisa disuarakan lewat pesan suara ini, tapi kamu tenang aja mereka banyak yang engga tau kamu kecuali temen-temen aku:)
Terakhir,
Salam sayang dari kura-kura (*^▽^*)

Komentar
Posting Komentar