friend
"Aku suka kamu...
Dan gapapa kalau kamu belum bisa suka aku,"
Cuaca siang hari cukup bersahabat, matahari terlihat malu-malu bersembunyi di balik awan. Laki-laki dengan jersey bola menatap perempuan itu dengan tersenyum, ia mengelap keringat di dahinya.
"Duduk dulu, yuk." ucapnya
"Ini kamu beneran ga ada niatan buat suka balik?"
"Kamu sudah makan belum? Sebentar ya aku pesankan dulu," ucapnya meninggalkan aku duduk sendirian di salah satu kedai coffe
Dia kembali dengan kaos putih dengan tulisan band emo kesukaannya, My Chemical Romance dan kemeja yang di biarkan tidak di kancing.
"Masih suka matcha, kan?"
Aku hanya menghela nafas, ini aku tidak akan pernah mendapat jawaban atas pertanyaanku ah aku lupa pengalihan topik sekarang jawaban paling nyata yang harus aku terima. Ayolah susah ya bilang iya atau tidak.
"Melamun?" tanyanya
"Kak kita perlu bahas ini engga sih, atau biarin aku jawab pertanyaan aku sendiri?"
Dia mencari posisi duduk yang nyaman kemudian meletakan kedua tangannya di atas meja, "Aku suka tapi untuk sekarang kita belum bisa, " dia menjeda kalimatnya
"Aku juga suka dengan ada kamu di sini, i can't tell you but i love you more lebih dari yang terlihat, dan untuk sekarang aku belum bisa menjawab pertanyaan kamu karena aku engga bisa ngasih kamu harapan yang belum pasti, that's it. I'm trying so hard buat jagain kamu, buat kamu nyaman."
"I know you try so hard, makasi buat itu but we? Just friend? Dan jawaban atas pertanyaan aku adalah tidak?"
Terlihat sekali wajah lelahnya kantung mata yang mulai menghitam, tidur jam berapa dia? matcha latte dan americano pesanannya datang, kami diam memberi ruang untuk udara berbicara.
"You want to leave me?" ucapnya lirih
"I don't know,
Kamu tau engga sih selama ini aku ngerasa cuma aku yang suka sama kamu aja, kamu nya engga. Di sini cuma aku yang mau kamu and it's not fair, tau! " ucapku mengebu
"Sorry," katanya lirih nyaris bergumam
"Its ok, i'm fine :) "
Seandainya aku bisa kembali pada tiga tahun yang lalu aku tetap akan memilih untuk jatuh cinta padamu, aku tidak menyesal, aku tidak kecewa. Aku senang dengan perasaan ini, aku hanya ingin kembali pada satu jam yang lalu untuk langsung pulang saja ke rumah, biar aku pendam saja pertanyaan-pertanyaan bodoh itu dalam kepala, ini yang aku takutkan aku tidak bisa menahan untuk tidak bertanya padamu.
Seandainya tadi aku pulang saja ke rumah melihat drama kesukaanku yang belum aku rampungkan daripada duduk di sini denganmu, melihatmu rasanya aku ingin menangis saja.
Aku tau, kita sama-sama terluka. Makanya aku tidak bisa marah, makanya aku mengerti. Untuk sekarang aku minta maaf, kita peduli satu sama lain dan ya hanya sebatas itu ga bisa lebih. Jawaban atas pertanyaan aku dia jawab dengan jelas.
Kita jadi teman yang saling peduli, saling khawatir, saling menjaga dan cuma sebatas itu untuk sekarang.

Komentar
Posting Komentar