He Don't Deserve Me

Namanya Juang Sastra Jingga atau biasa di panggil Kenang. Namanya indah, seindah petualangan yang selalu ia sajikan. Kali ini, aku akan membawamu berkenalan dengan sosoknya, laki-laki sederhana yang luar biasa. Semoga aku mampu menggambarkannya. 

Juang Sastra Jingga adalah nama pemberian bapak, beliau panutanku yang mengajariku banyak hal tentang kehidupan waktu dulu. Aku biasa di panggil, Kenang, tapi tak jarang orang mengenalku sebagai Juang, aku hanya laki-laki miskin yang mencoba bertahan hidup dengan idealisme. Juang dan Kenang bagiku adalah sosok yang berbeda, juang dengan segala materi yang ia punya karena bapak adalah seorang pengusaha batu bara sedangkan Kenang hanyalah laki-laki miskin yang berusaha makan dari keringatnya sendiri. Salam kenal semuanya ini sedikit cerita tentang kehidupan cintaku.

Tiga tahun yang lalu, ada seorang perempuan cantik yang datang ke hidupku, perempuan itu dengan penuh keberaniannya menyatakan cintanya padaku. Perempuan dengan mata paling indah yang pernah kulihat dengan senyum yang tak pernah luntur dari wajahnya. Perempuan dengan ketulusan yang luar biasa, mungkin jika kalian melihat langsung sosoknya kalian akan jatuh cinta.

Neira Pradipta Nasution namanya, nama yang luar biasa, seperti orangnya. Neira adik kelasku sewaktu Sma, baju osis yang kebesaran, tas ransel yang terlihat lebih besar di punggung kecilnya, kaca mata yang selalu membingkai mata indahnya dan tatapan kasih sayang yang selalu ia tujukan pada dunia. 

"Kak Kenang udah suka sama aku belum? " 

"Ra... " aku berusaha membuatnya mengerti

"Kalau kak Kenang belum bisa suka aku gapapa kok. " ucapnya lagi

Entah mengapa kalimat itu terasa menyesakkan seperti ada batu yang mengimpit dada

"Ra... Jangan di teruskan. "

"Jangan diteruskan apa kak? "

"Jangan diteruskan suka aku, Ra. Aku ga layak untuk itu, aku ga layak kamu cintai setulus itu. Pergi, Ra, cari orang lain. Berhenti ya, aku ga mau kamu semakin terluka. Aku buruk untukmu, Ra mengertilah. "

Neira menghela napas kasar 

"Bagian mana yang aku ga ngerti kak?  Selama ini aku berusaha buat mengerti. Semuanya. Dan untuk semuanya itu aku masih belum mampu buat ngerti?"

"Kamu akan terluka, Ra. "

"Aku sudah terluka, sejak awal, kak. Aku sudah terluka sejak pertama kali aku milih buat jatuh cinta ke kakak, saat aku milih buat perjuangin perasaan ini, bahkan sama sikap kakak yang cuek aku tetap milih untuk itu, itu pilihanku. Aku sudah terluka sejak awal, kak. Dan itu semua ga mampu buat aku mundur, tapi hari ini kakak buka mataku lebar-lebar kalau kakak memang ga pantes aku sukai. Sesusah itu ya buat hargai perasaanku? Ga perlu di balas, aku hanya butuh di hargai itu aja aku ga minta lebih. Ini sudah berakhir ya? Aku kalah, aku kalah perjuangin perasaanku sendiri. " 

"Ra... Maaf. " lirihku 

"Aku pulang duluan, kak kenang jaga kesehatan. " 

Dan di akhir kalimatnya ia masih bisa tersenyum padaku, 

Bodoh, ya aku memang bodoh, ngelepasin seseorang yang udah bener-bener tulus sama aku, se sayang apa sama aku, nerima aku dengan segala berantakanku. 

Kamu benar Neira, aku ga layak buat kamu. Kita jauh beda dan aku ga mau nanggung resiko melukaimu lebih dari ini. 

Yah my biggest insecurity is you ╥﹏╥

Ketulusan, cintamu, kasih sayangmu yang begitu besar aku ga layak dapetin itu. 

Komentar

Postingan Populer