Seperti sediakala
"Ayara inget gue?"
Ayara menyeritkan dahinya, "Siapa?"
"Sumpah lo engga kenal gue?"
"Eh elo?" Ayara baru ingat, "Dani kan?"
Laki-laki itu mengangguk, Ayara melanjutkan makan nasi gorengnya
"Ayara lo masih ingat Galang?"
"Galang siapa?" Ayara tidak mengingat nama tersebut.
"Dia orang yang diam-diam perhatiin lo, diam-diam suka sama lo, diam-diam peduli sama lo, Ay." Dani menghadapkan tubuhnya kepada Ayara. Ayara sadar jika Dani sedang serius berbicara.
Ayara tersenyum lalu tertawa,
"Bhahahahhahahah... Lo becanda?" Ayara tidak percaya dengan ucapan Dani, ia memegang perutnya yang kram karena tertawa terbahak-bahak.
"Ay..." ucap Dani pelan menandakan ia tengah tidak sedang bercanda.
Ayara masih tertawa lantas menyeka air mata disudut matanya.
Ayara tidak percaya sama sekali dengan orang yang katanya diam-diam suka padanya waktu dulu, entahlah rasanya Ayara tidak merasakan apapun lagi dihatinya.
"Ay Galang suka sama lo bahkan sampai sekarang." ucap Dani menatap Ayara
Ayara menghadap Dani menghela napas lalu tersenyum simpul berusaha menghargai lawannya bicara.
"Masalahnya, Dan. Gue engga kenal sama si Galang itu."
"Temen sd."
"Apalagi temen sd, Dan." Ayara mengelangkan kepala
"Ga semua temen sd suka bully kamu."
Ayara tersenyum getir, "gue benci mereka siapapun itu gue takut sama mereka, Dan. Dulu gue dilecehkan, dibully abis-abisan, gue ketakutan dan ga ada satupun yang ngebelin gue waktu itu. Kemana hah?! Kemana Galang itu? Yang katanya peduli sama gue? Kenapa gue sendirian dan ngerasa semua orang jijik sama gue? Gue seburuk itu dimata mereka? Gue ga bisa ngerasain kepedulian Galang sama gue, Dan." Dan diakhir kalimatnya itu Ayara tertawa terpaksa.
"Ay..." ucap Dani
Ayara memotong ucapan Dani, "gue ga percaya ada orang yang suka sama gue, Dan. Terlebih orang itu dari masa lalu gue yang bikin gue trauma sampai sekarang."
Ayara menghela napas kasar, "Sudahlah gue mau balik." Ayara berdiri berjalan keluar dari warung makan tersebut.
Dani menyusul Ayara keluar dari warung makan, "Ayara, Galang mau ketemu lo?"
Dani melihat ekspresi Ayara yang hanya diam datar, Dani mencekal tangan Ayara, "Ay... Galang sakit."
"Kalaupun dia sakit itu bukan urusan gue."
Ayara ingat Galang, laki-laki yang dulu waktu sd banyak dikagumi oleh cewek-cewek centil, anak seorang guru yang menjadikan Galang sebagai anak emas dikelas dan anak kesayangan wali kelas dan itu yang membuat Ayara kesal dengan Galang. Dengan mudah Galang mendapat privilage hanya karena orangtuanya seorang guru dan tampangnya yang dikagumi semua orang orang. Ayara sebal akan hal itu, dari sd Ayara sudah kesal dengan ketimpangan sosial seperti ini, ketidakadilan.

Komentar
Posting Komentar