Desert

aku pengin disini duduk dan nemenin kamu apapun yang terjadi. 


22:20

"Kalau kamu gini terus aku bisa suka, lho." kataku kesal

"Memang itu tujuannya, Na." ucapnya cangar cengir tanpa dosa dan itu membuatku bertambah kesal.

"Playboy cap kadal kayak kamu mana bisa dipercaya." kataku remeh

Muka berubah serius, "aku engga gitu, Na. Astaga aku harus apa lagi biar kamu percaya?" ucapnya sedikit frustasi

"Engga gitu gimana? Kata Sari kamu suka main cewe."

"Kamu berhenti berteman aja deh sama Sari. Dengar, Na, aku engga cuma mau berkata-kata aja. Aku mau usaha buat kamu percaya."

"Nah kan, apa gue bilang jangan percaya deh sama mulut buaya, Na. Gue yakin itu mah akal akalan dia aja, dia mau buat lo baper terus ditinggalin." ucap Sari heboh sendiri dia berdiri dibilik meja kantor

"Ah tau deh, aku engga minat bahas gituan. Daripada nganggur kita bikin proposal aja minggu depan pak Bowo minta kita survei tempat baru. Bima, dari tim marketing kemarin whatsapp nanti selesai makan siang kita meeting."

"Lah gila kenapa engga besok aja sih." ucap Sari

"Engga bisa, Sari, jangan bilang kamu mau pacaran?" 

"Tau aja si lo, Na." 

"Karena itu dia. Karena dia mengerti rasanya tidak punya siapapun, satu-satunya yang kami punya cuma mimpi. Makanya dia mengerti. Sangat mengerti waktu aku bilang aku tidak suka hidupku. Karena dia juga tau aku tidak suka apapun selain menjadi abu, dia mengerti tentang mimpi anehku, dia mengerti karena dia sama sepertiku, sama gilanya sama keras kepalanya. Tidak ada yang tahan dengan perempuan gila dan keras kepala sepertiku, kami tidak memiliki mimpi yang sama, kami jauh beda. Aku suka sushi dia benci ikan mentah apapun daging mentah lebih tepatnya. Aku suka karena dia mengerti bukan, bukan mengerti caraku melihat hal-hal yang berbeda. Tetapi dia mengerti caranya mengerti isi kepalaku dan itu cukup buat kami bertahan selama dua tahun. Karena setelah dua tahun itu kami berpisah.

Komentar

Postingan Populer